Target> 99 Pos || By : Achmad Adhy

Selasa, 12 Mei 2015

RINGKASAN SENI BUDAYA KELAS 7

RINGKASAN SBK SMP

• PENGERTIAN SENI TARI → Gerak terangkai yang berirama, sebagai ungkapan jiwa atau ekspresi manusia yang di dalamnya, terdapat unsur – keindahan, wiraga ( tubuh ) , wirama ( irama ), wirasa (penghayatan ) dan wirupa ( wujud )

• PAKAR SENI TARI INDONESIA

1. BPH SOERYODININGRAT→ gerak yang selaras dengan gamelan sesuai dengan tujuan
2. DRS. SOEDARSONO→ ekspresi jiwa manusia melalui gerak ritmis yang indah
3. RM. WISNOE WARDHANA→ ekspresi gerak dengan media tubuh manusia
4. DRS. SUDHARSO PRINGGO BROTO→ keteraturan bentuk gerak tubuh dalam ruang
5. DRS. S HUMARDHANI (Pak Dhon)→ ungkapan gerak ekspresif yang indah dan ritmis

• PAKAR SENI TARI MANCANEGARA

1. CORRIE HARTONG (Belanda)→ keteraturan gerak tubuh yang ritmis dalam ruang
2. CURT SHACH→ gerak ritmis yang ekspresif
3. JOHN MARTIN
4. KUMALADEVI CHATTOPADHAYA (India)→ gerakan luar yang ritmis dan lama kelamaan mengarah pada bentuk-bentuk tertentu
5. SUSANE K LANGER
6. LA MERRY (Inggris)



• UNSUR-UNSUR KEINDAHAN TARI

1. WIRAGA→ gerak kaki sampai kepala yang merupakan media pokok gerak tari
2. WIRAMA→ ritme tempo, ketepatan perpindahan gerak selaras dengan jatuhnya irama
3. WIRASA→ perasaan yang diekspresikan lewat raut muka dan gerak ( penjelasan jiwa dan emosi tarian, seperti sedih, tegas, gembira dll)
4. WIRUPA→ rupa/wujud, memberi kejelasan gerak tari yang diperagakan melalui warna, busana dan rias, sesuai dengan peranannya.

• SEJARAH SENI TARI
1. Zaman Prasejarah→ berbentuk ungkapan ekspresif
2. Zaman Sejarah→ sudah mengarah pada maksud kegunaan menari. Tari tidak hanya ungkapan perasaan tapi sebagai sarana hiburan dan persembahan
3. Zaman Modern→ penggarapan dengan gaya baru yang lebih bebas, muncul pula tari tradisional dan kerakyatan

JENIS TARI DAERAH → mempunyai keunikan gerak, bentuk
penyajian, irama, tata rias dan busana yang disesuaikan dengan
fungsi tari di masyarakat.

1. Berdasarkan sifat dan sejarah → Tari Tradisi → tari rakyat
→ tari klasik
→ Tari Kreasi
a.TARI TRADISIONAL RAKYAT→ cirinya sederhana, sering
disajikan berpasangan, berkembang pada masyarakat.
Contoh :
- Tari Ketuk tilu (Jawa Barat)
- Tari Payung, Tari Lilin (Sumatera Barat)
- Tari Saman (Aceh)
- Tari Jaran Kepang (Jawa Timur)
- Tari Janger (Bali)
b.TARI TRADISIONAL KLASIK → Bentuk geraknya baku/tidak
bisa diubah. Berkembang pada kaum bangsawan di istana.
Fungsinya sebagai sarana upacara adat dan kerajaan. Bentuk
Unsur-unsur tarinya lebih estetis dan mewah.
Contoh :
- Tari Topeng Klana (Jawa Barat)
- Tari Bedhaya, Tari Serimpi (Jawa Tengah)
- Tari Ngremo (Jawa Timur)
- Tari Rejang (Bali)
- Tari Pakarena (Sulawesi Selatan)
c.TARI KREASI→ Bentuk gerak tari baru, perpaduan gerak tari
tradisional kerakyatan dan klasik. Unsur-unsur tarinya hasil
modifikasi tari tradisi. Contoh :…………….
Contoh :
- Pantomim (gerak patah-patah penuh tebakan)
- Operet (mempertegas lagu dan cerita)
Kontemporer (gerak ekspresif spontan, tak beraturan tapi terkonsep).

2. Berdasarkan Bentuk penyajian :

a. TUNGGAL : Penari mempunyai tanggung jawab pribadi untuk
menghafal gerak dan formasi dari awal sampai
akhir.
Contoh :
- Tari Kandagan, Tari Topeng Klana (Jawa barat)
- Tari Golek, tari Gambir Anom ( Jawa Tengah)
- Tari Ngremo, Tari Beskalan (Jawa Timur)

b. BERPASANGAN : Dilakukan oleh laki-laki dengan
perempuan, sesama laki-laki atau sesama
perempuan. Diperlukan keselarasan gerak
dengan pasangannya, harus saling mengisi
dan melengkapi juga merespon dan kerja
sama.
Contoh :
- Tari Payung (Melayu)
- Tari Cokek (Jakarta)
- Tari Piso Surit (Batak Karo)

c. KELOMPOK : Dilakukan oleh tiga orang atau lebih. Diperlukan
kerja sama yang lebih baik lagi. Keserempakan
gerak dan permainan komposisi sangat
menentukan.
Contoh :
- Tari Bedaya Semang ( 6 penari, Surakarta, Jawa Tengah)
- Tari Serimpi ( 4 penari, Jawa tengah)
- Tari Sekar Putri (Jawa Barat)

• FUNGSI SENI TARI :

1. Sebagai sarana upacara adat & religi berkaitan dengan perburuan, peperangan, kenaikan tahta, pergantian musim, panen, kelahiran dan kematian.
Bersifat sakral, geraknya ekspresif dan imitative (meniri gerak sekitarnya)
Komposisinya melingkar, berjajar atau berbaris. Contoh : …….
Contoh :
- Tari Patudu (persembahan, Sulawesi Selatan)
- Tari Seblang (panen padi, Jawa Timur)
- Tari Ratep (Minta hujan, Madura)

2. Sebagai sarana pertunjukkan. Untuk menghibur masyarakat, terdiri
dari 2 jenis :
a. Tari Hiburan/tontonan : Geraknya lincah dan semarak.
Contoh : Tari Jaipongan.
b. Tari pergelaran resmi : Disusun dan direncanakan dengan
Matang.

3. Sebagai media pendidikan : Membentuk keseimbangan emosi, keterampilan dan budi pekerti, yang melahirkan sanggar-sanggar Tari

4. Sebagai pemersatu bagi masyarakat : Dalam acara perayaan, warga berkumpul, menari dan bergembira bersama dengan gerak yang selaras

• UNSUR PENDUKUNG TARIAN :
1. Tata Rias dan Tata Busana → Klasik (lebih rumit dan estetis)
→ Kreasi (lebih luwes dan fleksibel)
2. Properti → Segala kelengkapan dan peralatan dalam peragaan tari,
terbuat dari kain, kayu, besi, plastic, tembaga, kulit dll.
3. Irama
a. Waktu dalam tari → - tempo gerak (waktu sepanjang gerak
Dilakukan)
- Irama gerak (waktu yang dipakai
Untuk menyelesaikan rangkaian gerak
sehubungan dengan tempo dan
dinamika.
b. Irama menurut asal suara → - Musik internal (musik dari
manusia itu sendiri seperti
siul, petikan jari, tepuk
tangan, dll)
- Musik eksternal (dari alat
Musik)

• HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM
MENYAJIKAN TARIAN
1. Penguasaan materi gerak dan ekspresi yang akan ditarikan.
2. Ketepatan gerak dengan iringan
3. Penguasaan ruang pentas
4. Rasa percaya diri

• CATATAN TAMBAHAN

• FLOOR DESIGN → garis-garis lantai yang dilalui atau dibuat oleh penari (garis lengkung, garis lurus, diagonal, zigzag lingkaran dsb.
• KONFIGURASI → Bentuk barisan yang menggambarkan suatu maksud.
• EKSPLORASI atau penjajagan → proses berfikir berimajinasi, merasakan dan menanggapi/merespon dari suatu obyek untuk dijadikan bahan dalam karya tari.
• MENYUSUN GERAK → memadukan gerak maknawi dan gerak murni yang dirangkai sesuai dengan tema dan mencakup arah gerak dan arah hadap.
• GERAK MAKNAWI → Gerak-gerak yang memiliki maksud dan melambangkan suatu hal. Contoh seperti gerak burung terbang.
• GERAK MURNI → Gerak yang mengutamakan keindahan, dibuat agar lebih estetis. Contoh gerak memutar tangan, menggoyang pinggul dll.
• TEMA →Landasan masalah untuk merangkai gerak.
• Hal yang harus diperhatikan dalam menyusun gerak : RUANG, ARAH, FOKUS, LEVEL, KEPADATAN, KELELUASAAN dan DESAIN.
• RUANG → Tempat untuk aktifitas menari juga menentukan arah hadap dan arah gerak.
• ARAH → Menunjukan kemana penari bergerak dan menghadap.
• FOKUS → Titik pandang penari dengan sentral penonton.
• LEVEL → Tingkat jangkauan gerak yang ditentukan dengan aturan gerak tari . Contoh : Meloncat (level tinggi), Membungkuk (level sedang), Duduk (level rendah)
• KEPADATAN ( DENSITY) → Penguasaan ruang oleh penari.
• KELELUASAAN ( Ukuran/range) → Ukuran yang digunakan oleh penari dalam bergerak.
• DESAIN → Garis yang terlihat oleh penonton yang ditimbulkan oleh gerak penari.
• KOREOGRAFI berasal dari bahasa Yunani : choreia dan orchestra jadi choreography. Menjadi koreografi (Indonesia) yang berarti pengetahuan penyusunan tari atau hasil susunan tari.

BERESSSSSSSSSSSSSSSS………………MAMA…………….

-----------------------------------------------------------------------------------------

DRAMA → bentuk seni pertnjukan yang kompleks
( sastra ,seni rupa ,seni gerak ,seni musik ,seni tari )
Drama →Yunani → Drama = Berbuat ,bertindak ,beraksi diatas pentas
Teater →Yunani → Theater = Gedung/ tempat pertunjukan
Sandiwara →Sansekerta → Sandi = Rahasia } Ajaran /pesan
Kt : Sri Mangkunegoro VII Warah = ajaran } yang tersamarkan

BENTUK DRAMA
1. TRAGEDI→ Penuh konflik, akhir cerita menyedihkan
Asal kata tragedi → yunani = kampong jantan ( upacara persembahan kambing jantan pada dewa Dionysos di pentaskan drama perjuangan manusia.
Yang pertama merumuskan drama tragedy → ARITOTELES.
Tokoh – tokoh pembuat drama tragedy : Shakespears (Inggris) ; Romeo & Yuliet, Arifin C. Noer (Indonesia) ; Kapai-kapal, CM. Naas (Indonesia) ; Kebebasan abadi
2. KOMEDI → Penuh Canda / humor – akhir bahagia
Asal kata komedi – yunani → COSMOS = gembira/ senang ( awalnya di pentaskan dalam upacara panen bagi Dewa Apolla, pelindung kesuburan.
Tokoh drama komedi : Charly Chaplin, Bing Slamet, Benyamin, Bagio, Basuki, Mandra dll.
3. TRGI KOMEDI ( Drama gabungan antara tragedi dan komedi ) → isi ceritanya kesedihan sekaligus lawakan
Comtoh : Ludruk, Ketoprak, wayang orang dll

Bentuk Drama yang baru :

1) Opera/operet/melodrama : memakai lagu sebagai dialognya selain percakapan biasa iringan music sebagai pendukung suasana
2) FARCE/ BANYOLAN → gerak-gerak luar, kata” diganti dengan gerak
3) DRAMA MINI → kata-kata singkat dan gerak improvisasi/ spontan
4) DRAMATARI / SENDRATARI
5) DAGELAN → Drama sosial yang penuh dengan kritikan, pesan, anjuran dengan humor

JENIS TEATER DAERAH
1) Sebagai sarana upacara → Teater yang dipersembahkan kepada leluhur.
Contoh : - Seni tutur pantun Sunda → mengumandangkan rajah / mantra
Menoreh/ Manorek (Ciamis Selatan) → media da’wah
2) Sebagai sarana hiburan & komunikatif ,tuntunan masyarakat

Contoh :
LONGSER (Subang, Conggang Sumedang) memiliki unsur tari, pencak silat,
Dan lawakan – bercerita tentang kehidupan manusia
OGEL Diiringi musik kendang ,terompet – angklung
TOPENG BANJET (Karawang, Indramayu, Bekasi)
RONGGENG GUNUNG ( Ciamis Selatan)
REOG (pemain keluar bersamaan)
ANGKLUNG BADUD (pemain keluar satu persatu)
KETOPRAK → pemain dibantu oleh Waranggini / sinden dan NIYAGA (penabuh gamelan)
WAYANG ORANG → tiap tokoh punya ke khasan tersendiri (suara, busana dan gerak) ada pula dalang dan sinden sebagai NARATOR (Pencerita)
SRANDUL → Busananya sepeti Arab/Turky, music : rabana ,kecrek & terompet ; kentongan
LUDRUK → ketopraknya jawa timur – bercerita tentang WAROK (jagoan), pemainnya banyak WARIA. Ludruk diawali denga tari Ngremo
BARONG → Arja – Kecak
3) Sebagai Pengungkapan Sejarah untuk mengenal bangsanya sendiri.
Contoh : Wayang orang, wayang golek, wayang kulit.
Dalang wayang golek ; Tarkim, R.U PARTASUANDA, ABENG SUNARYA, ENTAH TIRAYANA, APEK, ASEP S SUNARYA, CECEP
Sinden ; UPIT SARIMANAH – TITIM PATIMAH
Cerita Menak ; Cerita-cerita islam

FUNGSI DRAMA → menyampaikan informasi baik dan buruk dalam bentuk ertunjukan media ekspresi dan komunikasi, media pendidikan
UNSUR DRAMA

1. NASKAH /SKENARIO/CERITA → Rencana tertulis dari sebuah cerita drama unsure pokok dalam menyusun skenario.
PREMIS = Intisari cerita sebagai landasan dalam menentukan tujuan cerita
KARAKTER = Sifat/watak/gerak-gerik yang menjadi cirri suatu tokoh
PLOT = alur, rangka cerita yang tersusun jadi 4 bagian
PROTOASIS = bagian awal dengan pelukisan peran dan motif lakon
EPITASIO = komplikasi timbulnya kerumitan yang bermasalah
CATASTASIS = klimak sebagai puncak ketegangan
CATASTROPHE = Akhir/ [enyelesaian dari lakon , baik tragedy/komedi

2. PEMAIN → orang yang memerankan figur atau tokoh
Syarat pemain ; latihan terus menerus dan berkesinambungan, tertib dan disiplin, memiliki pengetahuan dramatic, dapat meyakinkan penonton, trampil dan kreatif
Peran dan drama.
PROTAGONIS : Peran utama, yang menjadi pusat dari cerita
ANTAGONIS : Musuh protagonist, penyebab terjadinya konflik
TIRTAGONIS : Pembantu peran utama yang menjadi penengah
FIGURAN : Peran pelengkap ,diperlukan untuk penyelesaian cerita.

3. SUTRADARA (Art Manager) → Pemimpin dalam pementasan drama, sumber kekuatan dalam keberhasilan pentas drama.
Tugas sutradara → menentukan motif karya lakon, menentukan pemain (casting) merencanakan cara dan tehnik pentas.

4. DEKORASI → memperjelas maksud isi cerita dalam suasana berbeda , set dekor , property (perlengkapan) dan latar belakang harus berimbang.
SET DEKOR terdiri dari :
SET DEKOR REALISTIK → rupa yang sebenarnya atau mirip
Contoh hutan dengan layar bergambar hutan berikut pohon dan batu tiruan
SET DEKOR SUGESTIF = menggunakan beberapa unsure saja sebagai cirri khas
SET DEKOR STILASI = diganjakan dari bentuk aslinya
SET DEKOR ABSTRAK = berbentuk benda sederhana tidak lengkap.
Penonton ditiuntun untuk menerka-nerka secara terarah

5. BUSANA & RIAS : Ciri sebuah peranan, mengubah rias sesuai peran

6. MUSIK PENGIRING : Dipergunakan sebagai pendukung suasana adegan

7. OLAH TUBUH PIKIR & SUARA : agar dapat berperan dengan baik

Latihan dasar tubuh → utk kelenturan/ keluwesan gerak aksi
Melemaskan otot leher
Menggerakan lengan
Menggerakan tubuh

LATIHAN DASAR OLAH SUKMA/PIKIR →konsentrasi untuk mengingat kejadian yang dialami.
- Olah rasa dari panca indra → (panas, dingin, luka , manis, pahit, lezat)
- Olah rasa dari jiwa → rasa kagum, PD, sakit hati, kesal,geli
- Olah ingatan →mengingat kesan yang ditangkan dari seorang tokoh yang pernah dilihat atau dibaca sesuai karakter

Langkah-langkah untuk menumbuhkkan sukma yang siap :
- Konsentrasi dan focus
- Observasi dan penyerapan ( lingkungan- suasana- waktu)
- Imajinasi
- Penghayatan
- Improvisasi
- Pembangunan karakter peranan

LATIHAN DASAR OLAH VOKAL → merupakan landasan dasar pemain teater setiap kata harus jelas terucap.
Pemain harus mempunyai pebguasaan ARTIKULASI yang baik, DIKSI jelas. Intonasi mengalir, menggunakan pernapasan DIAFRAGMA.
ARTIKULASI → kejelasan pengucapan vocal a,I,u,e,o, diftong ai-au dan konsonan m-n-ny-ng, dengan suasana lemah/keras
DIKSI → Penggunaan suara atau pengucapan yang ditentukan oleh pemain
LATIHAN DASAR OLAH MIMIK → Ekspresi tiap emosi berbeda-beda
Contoh : sedih → raut muka murung tanpa senyum, mulut kebawah
Senang → muka berbinar-binar dan bibir tersenyum
Marah → bibir maju , kening berkerut ,matamelotot tegang

CASTING →Proses Penentuan Pemain ( Aktor ) berdasarkan analisa naskah un tuk di pertunjukan
KARAKTER/WATAK → Pemberian sifat pada seorang pelaku yang terdapat dalam cerita.
********************PAHAMILAH AKU*********************

Sumber : (https://www.facebook.com/media/set/?set=a.160235010789821.55013.158928117587177&type=3)

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

Target> 99 Pos || By : Achmad Adhy

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *